Preview Arsenal: Asa di dalam Batas Kewajaran

Preview Arsenal: Asa di dalam Batas Kewajaran

Kampanye musim 2018/19 merupakan kampanye musim yang betul-betul baru untuk Arsenal. Di samping pelatih anyar, The Gunners jua mulai menggunakan taktik lain di musim transfer.

Arsene Wenger, yang melatih Arsenal semenjak Oktober 1996, endingnya undur diri pada penghujung kampanye musim 2017/18. Usai 1205 laga bareng Wenger, Arsenal memiliki pelatih baru. Unai Emery, yang sebelumnya menangani tim-tim elit seperti Valencia, Sevilla dan PSG, ditunjuk menjadi penerusnya.

Untuk masalah transfer bintang, Arsenal kali ini bertindak setingkat lebih cepat dan sedikit lebih realistis dibandingkan bertahun-tahun terakhir.

Para pemain sebagaimana Santi Cazorla sudah dilepaskan, sementara menurut kabar yang beredar dari berita bola Per Mertesacker gantung sepatu dan sekarang melatih akademi Arsenal. Di sisi lain, Arsenal jua sudah mendaratkan para pemain anyar seperti pemain bertahan yang beroperasi di sektor sayap, Stephan Lichtsteiner dari Juventus, penjaga gawang Bernd Leno dari Bayer Leverkusen, pemain bertahan Sokratis Papastathopoulos dari Borussia Dortmund dan pemain berposisi gelandang bertahan Lucas Torreira dari Sampdoria.

Para suporter Arsenal memiliki sebab untuk yakin dengan sosok anyar kesebelasan kesayangan mereka. Tapi keyakinan ini sebaiknya diiringi juga dengan asa yang masih ada di dalam batas kewajaran.

Yang Layak Diperhatikan – Pierre-Emerick Aubameyang – Awal karier Aubameyang di Arsenal lumayan mengesankan. Gabung pada bulan Januari, striker Gabon ini menyarangkan 10 goal dan mengatur 4 umpan di dalam 13 performa di Premier League.

Tapi, menyusul Arsenal merupakan kesebelasan yang tidak sekalipun tidak ikut serta membuat kesempatan, ia seharusnya dapat mencetak setingkat lebih banyak.

Inilah yang diinginkan dari Aubameyang di kampanye musim 2018/19. Dibekali speed dan finishing yang bagus, livescore Liga Spanyol mengatakan ia seharusnya dapat jadi sumber teror yang setingkat lebih mengerikan untuk para musuh Arsenal.

Penandatanganan Paling baik – Lucas Torreira – Satu dari sekian banyak soal yang terus menghinggapi Arsenal merupakan kekurangmampuan mereka di dalam menghalau rival membuat kesempatan. Arsenal memang sudah mendaratkan penjaga gawang baru, Bernd Leno, namun ini tak cukup.

Arsenal perlu salah satu bintang yang dapat jadi ‘filter’ di sektor central, bintang yang bisa meredam aliran bola rival sebelum bisa sampai wilayah berbahaya. Untuk inilah Arsenal mendaratkan Torreira. Pemain berposisi gelandang bertahan 22 tahun tim nasional Uruguay ini pun mereka dapat dengan tarif yang layak dari Sampdoria, sebesar ¬£26, empat juta.

Torreira termasuk baik dapat jadi bala bantuan anyar yang bernilai untuk Arsenal, khususnya di dalam skema defensif mereka.

Lini Lemah – Sektor ofensif Arsenal tetap adalah satu dari sekian banyak yang tertajam. Tapi jantung pertahanan mereka masih mengkhawatirkan.

Di Premier League musim kemarin, data berita MotoGP melaporkan Arsenal cuma finis tempat 6. Arsenal tidak bisa berlaga di semi final salah satu diantaranya berkat barisan defensif mereka yang rapuh dan simpel ditembus.

Arsenal kemasukan 51 goal di dalam 38 laga. Dibandingkan dengan Chelsea (38), Liverpool (38), Tottenham (36), Manchester United (28) dan sang jawara Manchester City (27), total ini tentu mencemaskan.

Kampanye musim ini, Arsenal telah mendaratkan Sokratis Papastathopoulos. Tapi dengan cedera yang tengah membelenggu Laurent Koscielny, artinya Arsenal tetaplah lumayan tipis di belakang. Shkodran Mustafi tak jelek, namun cukup memiliki masalah dengan konsistensi.

Apabila pemain bertahan Jerman ini tidak bisa membenahi konsistensinya, Emery akan kekurangan pilihan pemain bertahan sentral elit yang dapat diandalkan.

Prediksi – Pergantian pelatih dan perubahan-perubahan lain diperkenankan saja membikin para suporter Arsenal antusias. Tapi mereka mesti tetap realistis, tidak dapat mengharapkan kesebelasan ini untuk langsung jawara.

Arsenal telah menurunkan banyak pertandingan pra-musim dengan sebagian besar bintang kunci mereka. Ini menguntungkan, sebab menurut berita Piala Dunia Emery dapat setingkat lebih cepat mengenal karakter para pemain paling bagusnya.

Tapi Arsenal langsung dihadapkan pada pertandingan-pertandingan sukar di 2 pertandingan pembuka Premier League 2018/19. Arsenal bakal melawan jawara bertahan Manchester City di weekend pembuka, kemudian tandang menuju Stamford Bridge untuk melawan Chelsea pada weekend selanjutnya.

Sukar untuk Arsenal untuk mendapat start ideal. Tapi sejumlah pertandingan selanjutnya dapat dikategorikan setingkat lebih simpel.

Arsenal dianggap memiliki kesempatan baik untuk ada di empat besar pada musim dingin. Hanya saja, mereka akan perlu usaha ekstra keras dan kemungkinan juga suntikan banyak pemain baru di musim transfer pemain pada tengah musim apabila mau bertahan di papan atas hingga penghujung kampanye musim.

Alvaro Morata Melempem, Begini Analisis Sarri

Manajer Chelsea, Maurizio Sarri mempunyai penjelasan tentang permainan jelek Alvaro Morata. Sarri menaksir sang penyerang sekadar kelelahan yang berakibat dirinya bermain tidak meyakinkan.

Morata sendiri dipasang jadi starter oleh Sarri pada permainan friendly kontra Arsenal pagi tadi. Dari laporan berita yang kami baca di prediksi pertandingan bola Dirinya diturunkan jadi ujung tombak tunggal oleh sang manajer pada permainan ini.

Morata sendiri dapat dikatakan bermain tidak meyakinkan pada permainan friendly tersebut. Dirinya enggak mampu mengeksekusi hukuman penalti di awal paruh pertama-tama serta dirinya membuang sejumlah kans yang lain.

Sarri sendiri enggan menyalahkan sang pesepakbola atas permainannya yang enggak terlalu keren. “Aku enggak mengerti apakah Morata enggak terlalu yakin, tetapi aku pikir dirinya kemungkinan besar kelelahan,” ucap Sarri terhadap Daily Star.

Sarri beranggapan enggak kalut dengan permainan Morata. Dirinya menaksir sang pesepakbola masih mampu menunjukan talenta paling baiknya beberapa lama nanti.

“3 hari terakhir ialah 3 hari yang begitu intens buat rombongan saya. Jadi aku merasa kemungkinan besar dirinya [Morata] sekadar kelelahan saja. Saya sama sekali enggak khawatir terhadap Morata,” imbuhnya saat diwawancara berita Bola.

Dalam laga di Dublin pagi tadi, Arsenal mampu membantai Chelsea melalui drama adu penalti.

Pada permainan ini, Chelsea unggul lebih dahulu lewat skor Antonio Rudiger. Tetapi Alexandre Lacazette mampu membuat kedudukan menjadi sama kuat di menit-menit ujung permainan.

Partai pun mesti dilanjutkan menuju ke paruh adu hukuman penalti. Pada putaran ini, Ruben Loftus-Cheek enggak mampu mengeksekusi tembakan penalti yang berakibat Arsenal unggul dengan score 5-4.

Leave a Reply

Your email address will not be published.